Kamis, 04 Juni 2015

Standardisasi Bioteknologi untuk keamanan, kesehatan, dan kedaulatan Energi

Universitas Indonesia (UI) menjadi tuan rumah penyelenggaraan AFOB Regional Symposium atau ARS ke-6 pada 28 s.d. 30 Mei 2015 mendatang di kampus UI Depok. Tema yang diangkat pada penyelenggaraan ARS tahun ini adalah “Bioteknologi untuk Makanan, Kesehatan dan Kedaulatan Energi”.
Dalam acara tersebut, sejumlah proposal penelitian terkait Bioteknologi akan dipresentasikan oleh para akademisi dan peneliti lintas ilmu diantaranya “Pemanfaatan Singkong (Manihot esculenta) untuk Pembuatan Keju Mozzarella pengganti Dengan Penambahan Bee Bread sebagai Sumber Protein (UI – Sri Ayu Lestari and Muhamad Sahlan)” :”Desalinasi Air Laut (proses pembuat tawar air laut) Menggunakan Mikroba Desalinasi pada Air Limbah Tempe sebagai Substrat” (UI-Rita Arbianti, Tania Surya Utami, adn Dio Prakoso, dan sebagainya.

Juga dilaksanakan launching produk terbaru dari Sahlan Total Bee Protection yakni AmePolia. AmePolia merupakan produk permen berbahan propolis untuk kesehatan mulut dan gigi. Sahlan Total Bee Protection sendiri merupakan merek dari produk berbahan dasar propolis (lem lebah) dan madu milik peneliti UI Dr. Eng. Muhamad Sahlan, S.Si.,M.Eng. yang telah memiliki hak paten dan lulus uji sehingga aman digunakan dan berkhasiat tinggi. 
 
Vice President Asian Federation of Biotechnology (AFOB), Prof. Bambang Prasetya yang hadir pada acara itu menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan even tersebut. Bambang yang juga Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengutarakan bahwa perkembangan ilmu bioteknologi begitu pesat, sementara standardisasi di bidang bioteknologi di Indonesia masih jauh ketinggalan. Forum ini sangat berguna bagi para peneliti untuk memikirkan standar apa yang harus dikembangkan yang disesuaikan dengan perkembangan terkini.
Selain itu tambah Bambang, pengembangan standar di bidang bioteknologi mempunyai arti strategis karena Indonesia mempunyai kekayaan alam hayati yang besar (mega biodiversity no 2 di dunia). Untuk hilirisasi riset di bidang bioteknologi, pengembangan standar merupakan faktor kunci untuk meningkatkan nilai tambah potensi sumberdaya alam hayati.
ARS sendiri dihadiri sekitar 120 orang peserta yang merupakan akademisi bioteknologi dari Negara di Asia seperti Republik Rakyat Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Phillipina, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam. Selain itu, ada pula peneliti dari Australia, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Inggris dan Amerika Serikat.

Sebagai informasi, ARS (AFOB Regional Symposium) adalah acara konferensi tahunan bioteknologi tingkat Asia dimana pertama kali dilaksanakan pada 24-26 Januari 2010 di Nepal.Tahun 2014 dan 2015 diselenggarakan di India dan di Malaysia. Pemilihan Indonesia dan khususnya UI didasarkan pada kinerja dan kontribusi sebagai anggota AFOB yang sangat aktif dalam beberapa tahun ini.
ARS 2015 bertujuan untuk menyajikan penelitian di Negara-negara Asia yang dilakukan pada bidang penelitian dan aplikasi industry bioteknologi dalam rangka pertahanan pangan, energy serta pemeliharaan dan peningkatan kesehatan sehingga memberikan kedaulatan pada Negara yang bersangkutan. Asian Federation of Biotechnology (AFOB) merupakan lembaga non profit yang berdiri pada tahun 2008 oleh para delegasi dari berbagai Negara di benua Asia saat penyelenggaraan Konferensi IBS pada Oktober 2008 di Dalian, China. (dnw/nda)
Sumber : BSN


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © The Indonesian Honey Bees