Kamis, 29 Oktober 2015

Kongress Masyarakat Perlebahan Dunia 2015

Oleh Muhamad Sahlan

Peserta Kongress 44th APIMONDIA International Apicultural Congress

Pengajar di Departemen Teknik Kimia, Universitas Indonesia



Kongress Masyarakat Perlebahan Dunia rutin diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Pada tahun 2015 kegiatan kongres ini adalah yang ke 44 kali nya, diselenggarakan di Kota Daejon, Korea Selatan. Selain kongres, diselenggarakan juga beberapa program saintifik, expo, dan ekskursi. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai delegasi dari hampir seluruh negara di Dunia, dan diselenggarakan pada tanggal 15 – 20 September 2015. Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder yang berhubungan dengan dunia perlebahan, baik para peneliti, peternak lebah, pebisnis, pemangku kebijakan maupun para pemegang kebijakan dalam hal ini pemerintah, serta orang-orang yang hanya sekedar ingin tahu tentang dunia perlebahan. 

Anggota yang tercatat dari Indonesia di APIMONDIA hanya ada satu organisasi, Namun sayang sekali, anggota dari Indonesia tersebut, saat ini sedang direkomendasikan untuk dikeluarkan karena sudah tidak aktif lagi di APIMONDIA.  Hal tersebut perlu kita fikirkan mengenai keanggotaan aktivis perlebahan Indonesia supaya perlebahan di Indonesia dikenal di Dunia.
Kegiatan saintifik meeting dibagi menjadi beberapa program, plennary session, Symposium, Round table dan work-shop dan beberapa bidang kajian Beekeeping economy, Bee biology, Bee health, pollination and bee flora, beekeeping technology and quality, apitherapy dan beekeeping for rural development.  Beekeeping economy membahas mengenai kondisi ekonomi para peternak lebah; bee biology membahas mengenai lebah dilihat dari sisi organisme nya; Bee health membahas mengenai kesehatan lebah; pollination dan bee flora, membahas mengenai makanan lebah dan dampaknya pada proses polinasi;  beekeeping technology and quality membahas mengenai teknologi yang diterapkan pada proses peternakan lebah dan juga bagaimana menjaga dan meningkatkan kualitas pada peternakan lebah; Apitherapy membahas mengenai pemanfaatan produk-produk lebah untuk kesehatan; dan beekeeping for rural development membahas mengenai peternakan pada daerah terbelakang. Dalam acara tersebut topik mengenai apitherapy adalah topik yang paling ramai dibicarakan. 

Pembahasan mengenai khasiat atau manfaat produk-produk perlebahan memang menjadi topik yang tidak habis-habisnya dibahas, seperti pembuktian mengenai khasiat royal jelly sebagai anti-aging, cacing C. elegans menjadi hewan percobaannya, peneliti dari Jepang membuktikan bahwa dengan royal jelly waktu hidup rata-rata pada cacing tersebut lebih panjang dari biasanya.  Dari Indonesia, penelitian mengenai propolis Indonesia sangat dominan, Dr. drg. Ardo sabir dari Universitas Hasanuddin membahas mengenai manfaat propolis Indonesia untuk mengganti penambal gigi. Sedangkan dari Dr. dr. Joni Susanto dari Universitas Airlangga membahas mengenai khasiat propolis dalam menghambat proses kematian sel saraf. Sedangkan dari Universitas Indonesia mempresentasikan mengenai hasil uji kliniknya mengenai sediaan sabun lilin propolis Indonesia dalam mengobati penyakit keputihan. 

Selain saintifik meeting, ada juga kegiatan expo perlebahan, di dalam acara ini hampir seluruh negara menampilkan/memamerkan produk-produk perlebahan mereka, baik produk untuk peternakannya maupun hasil-hasil lebahnya. Semua negara memiliki unggulan madu sendiri-sendiri dengan rasa dan warna yang khas. Contohnya dari Brazil, mereka memiliki unggulan bahan baku propolis dengan beberapa warna hijau, coklat dan merah. Namun sayang sekali, tidak ada satupun perwakilan dari Indonesia yang mengikuti acara tersebut. 

Kegiatan ini ditutup dengan pemilihan tempat pelaksanaan kongres APIMONDIA yang ke 46. Ada dua negara yang mengajukan diri menjadi tuan rumah Amerika Serikat dan Kanada. Setelah melalui proses voting terpilihlah Kanada sebagai tuan rumah kongress APIMONDIA yang ke 46 yaitu di tahun 2019. Sedangkan untuk kongres yang ke 45 telah terpilih di kongres sebelumnya yaitu di Turki yang di tahun 2017.  Semoga suatu saat Indonesia bisa menjadi tuan rumah kongres APIMONDIA, kongres masyarakat perlebahan dunia. 


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © The Indonesian Honey Bees