Jumat, 24 April 2015

Mengapa Perlu Konsumsi Madu Setiap Hari?

Masyarakat Jepang terkenal paling banyak mengkonsumsi madu dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, yaitu rata-rata mencapai 200-300 gram per orang per tahun.
Konsumsi madu masyarakat Swiss dan Jerman bahkan lebih tinggi, yaitu 800-1500 gram per orang per tahun. Bagaimana dengan konsumsi madu di Indonesia? Masih rendah, sekitar 10 gram per orang per tahun.


Madu berasal dari sari bunga atau nektar yang dikumpulkan, diubah dan diikat dengan senyawa senyawa tertentu oleh lebah. Nektar bunga diisap dari aneka tanaman. Komposisi gizi madu tergantung pada sumber-sumber nektar, sifat tanah di mana tanaman sumber nektar tumbuh, cuaca, derajat pemasakan dan cara ekstraksi.

Kandungan Nutrisi Madu


Menurut Francis G. Smith, madu yang telah masak mengandung zat-zat fruktosa (41%) glukosa (35%) sukrosa (1,9%), dextrin (1,5%), mineral (0,2%), air (17%) dan zat zat lainnya. Sedangkan vitamin yang terkandung di dalam madu antara lain adalah thiamin, riboflavin, biotin, asam askorbat, piridoksin, niasin dan asam pantotenat yang jumlahnya tergantung pada jenis dan kualitas madunya.

Untuk kandungan protein dalam madu relatif kecil, rata-rata sekitar 2,6%. Asam-asam amino yang terdapat dalam protein madu adalah alanin, asparagin, argirin, asam glutamat, glisin, histidin, leusin, isoleusin, lisin, fenilalanin, serin, theorin, valin, sistein dan prolin.

Madu merupakan satu-satunya pemanis yang dapat disimpan dan digunakan sebagai produk alami dengan dua macam kandungan gula yang utama yaitu fruktosa dan glukosa, jumlah keduanya mencapai 85-95% dari total karbohidrat yang terdapat pada madu. Satu bagian volume madu mempunyai tingkat kemanisan kira-kira 1,67 bagian gula pasir.

Glukosa dapat diserap ke dalam darah secara langsung tanpa melalui berbagai proses, sebaliknya fruktosa harus diubah dulu menjadi komponen-komponen sederhana sebelum diserap tubuh. Madu pada umumnya terdiri dari fruktosa dan glukosa sehingga madu mudah dicerna dan digunakan untuk keperluan sel, jaringan, dan organ-organ agar berfungsi normal.

Selain memiliki rasa manis, di dalam madu juga terdapat rasa asam. Tingkat keasaman (pH) madu sekitar 3,4-6,1. Nilai pH madu yang cukup rendah ini disebabkan oleh kandungan beberapa asam organik, yaitu asam glukonat, asetat, butirat, sitrat, format, laknat, malat, piroglutamat, dan asam suksinat.

Kandungan mineral dalam madu sangat beragam, tetapi kalium adalah kandungan mineral yang utama. Mineral lainnya adalah natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor dan sulfur. Karena jumlah mineral dalam madu relatif sedikit, madu bukan merupakan sumber mineral utama bagi kebutuhan diet manusia.

Namun, imbangan dan banyaknya mineral dalam madu mendekati jumlah yang terkandung di dalam darah manusia, oleh karena itu, mineral madu merupakan sumber yang ideal bagi tubuh manusia.

Madu adalah bahan makanan yang berpotensi sebagai basa. Unsur-unsur yang bersifat basa adalah kalium, natrium, kalsium, magnesium.

Sedangkan yang bersifat asam adalah sulfur, fosfor, dan klor. Ketidakseimbangan asam-basa akan menyebabkan gangguan fisiologis yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Untuk menjaga keseimbangan asambasa di dalam tubuh, kita perlu mengkonsumsi madu secara teratur.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © The Indonesian Honey Bees